Tinjauan Yuridis Terhadap Urgensi dan Legalitas Penggunaan Sel Punca Embrionik dalam Terapi Penyakit Degeneratif:

Sebuah Analisis Fiqh Kontemporer

Authors

  • Muhammad Nailul Mubarraq Ma`had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga Author
  • Mazani Hanafiah Author

DOI:

https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.179

Keywords:

Sel Punca Embrionik, Hifz al-Nafs, Penyakit Degeneratif, Bioetika Islam, Maqasid Syariah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perspektif hukum Islam (fiqh) terhadap penggunaan sel punca embrionik (embryonic stem cells) sebagai metode terapi bagi penyakit degeneratif. Latar belakang permasalahan berfokus pada dilema bioetika antara potensi medis sel punca untuk meregenerasi jaringan tubuh yang rusak dengan status moral embrio manusia yang harus dihancurkan dalam proses pemanenan sel tersebut. Penyakit degeneratif yang semakin meningkat prevalensinya akibat gaya hidup modern menuntut solusi kuratif yang radikal, namun solusi tersebut berbenturan dengan prinsip perlindungan kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, menelaah literatur klasik (turats) dari empat mazhab Sunni serta fatwa kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hukum penggunaan sel punca embrionik bergantung pada usia embrio. Berdasarkan analisis terhadap pandangan fuqaha mengenai aborsi (ijhādh) dan status kesucian embrio, disimpulkan bahwa penggunaan sel punca dari embrio di bawah usia 120 hari (sebelum nafkh al-rūḥ) adalah diperbolehkan (mubah) menurut sebagian pendapat Hanafiyah dan Syafi’iyah, dengan syarat adanya kemaslahatan medis yang nyata dan tidak adanya alternatif lain. Sebaliknya, penggunaan embrio pasca 120 hari dihukumi haram secara mutlak karena dianggap sebagai pembunuhan terhadap jiwa yang terlindungi (ma’sum). Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah bioetika Islam dengan menawarkan kerangka hukum yang menyeimbangkan antara kemajuan bioteknologi dan perlindungan terhadap kehormatan jiwa manusia (hifz al-nafs) dalam bingkai Maqasid al-Syariah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu `Abdillah Muhammad bin Ismāīl Al-Bukhārī, Shahih Bukhārī, Jld. 5 (Damaskus, Dar al- Ibnu Katsir, 1990).

Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu' Syarh Al-Muhazhzhab Jld 2 (Cairo, Idarah Al-Thaba`ah Al-Munirah,1344).

Ahmad bin Ahmad Al-Qalyubi, Hashiyah Al-Qalyubi Jld 4 (Bairut, Dar Al- Kutub Al- `Ilmiyah, 2015).

Baker, Christopher L., and Martin F. Pera. "Capturing totipotent stem cells." Cell stem cell 22.1 (2018).

Boroviak, Thorsten, et al. "The ability of inner-cell-mass cells to self-renew as embryonic stem cells is acquired following epiblast specification." Nature cell biology 16.6 (2014).

de Jong, Wesley, et al. "Endemic and emerging acute virus infections in Indonesia: an overview of the past decade and implications for the future." Critical reviews in microbiology 44.4 (2018).

Edwards, Robert G., dan Helen K. Beard. "Polaritas oosit dan penentuan sel pada embrio mamalia awal." Reproduksi molekular manusia 3.10 (1997).

Fina Alya Mukhbita and Shafa Aulia Ramadhani, “Penggunaan Stem Cell Dalam Kedokteran : Perspektif Etika Dan Hukum Islam The Use of Stem Cell in Medicine : Islamic Law and Ethical Perspective” 1, no. 2 (n.d.).

Imam Jalāl Al-Din Abdurrahmān Al-Suyūthi, Al-Asybāh wa Al-Nadhāir Jld 1 (Riyadh, Maktabah Musthafa Al-Bāz, 1997).

Imām Jalāl al-Dīn al-Maḥallī, Al-Maḥallī , Hāsyiyah Qalyubi wa Umairah Jld 4 (Bairut, Dar Al- Kutub Al- `Ilmiyah, 2015).

Mahyudin, Ferdiansyah. Orthopaedic Tissue Engineering: Inovasi Tata Laksana Penyakit Muskuloskeletal. Airlangga University Press, 2020.

Martí, Mercè, et al. "Characterization of pluripotent stem cells." Nature protocols 8.2 (2013).

Migliore, Lucia, and Fabio Coppedè. "Environmental-induced oxidative stress in neurodegenerative disorders and aging." Mutation Research/Genetic Toxicology and Environmental Mutagenesis 674.1-2 (2009).

Migliore, Lucia, and Fabio Coppedè. "Genetics, environmental factors and the emerging role of epigenetics in neurodegenerative diseases." Mutation Research/Fundamental and Molecular Mechanisms of Mutagenesis 667.1-2 (2009).

Muhammad bin Ahmad bin Hamzah al-Manufi al-Misri al-Ansari Syamsuddin al-Ramli, Nihāyah Al-Muhtāj Jld 8 (Bairut, Dār Al-Fikri, 1984).

Muhammad Yasin bin Muhammad 'Isa bin Ja'far Ash-Shadiq Al-Fadani, Fawāid Al-Janiyyah Jld 1(Dar Al-Basyāir Al-Islāmiyah,1996).

Nasution, Muhammad Syukri Albani, and Rahmat Hidayat Nasutio. Filsafat Hukum Islam dan Maqashid Syariah: Edisi Kedua. Prenada Media, 2022.

Shihāb al-Dīn Ibn Ḥajar al-Haytamī, Tuḥfat al-Muḥtāj bi Sharḥ al-Minhāj Jld 3 (Bairut, Dar Al- Kutub Al- `Ilmiyah, 2016).

Sobhani, Aligholi, dkk. "Sel induk multipoten dan aplikasi terkini." Acta Medica Iranica (2017).

Suiraoka, I. Putu. "Penyakit degeneratif." Yogyakarta: Nuha Medika 45.51 (2012).

Wuzārah Al-Auqāf Al-Kuwaitiyah, “Mausūah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah” Jld 6 (Kuwait, 1447 H).

Downloads

Published

12/29/2025

How to Cite

Tinjauan Yuridis Terhadap Urgensi dan Legalitas Penggunaan Sel Punca Embrionik dalam Terapi Penyakit Degeneratif:: Sebuah Analisis Fiqh Kontemporer. (2025). Jurnal Al-Nadhair, 4(02), 169-183. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.179

Similar Articles

11-20 of 69

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)