STATUS KEABSAHAN KHOTBAH JUMAT DENGAN PENGERAS SUARA MENURUT PERSPEKTIF SYĀFI’ĪYYAH

Authors

  • Syahroul Fajri Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga Author

DOI:

https://doi.org/10.61433/alnadhair.v5i01.207

Keywords:

Khotbah Jumat, Pengeras suara, Ismā’, Simā’, Mazhab Syāfi’ī

Abstract

Khotbah merupakan salah satu syarat sah pelaksanaan salat Jumat yang wajib diperdengarkan kepada empat puluh ahli Jumat. Pada awal Islam, khotbah disampaikan secara langsung oleh khatib dan didengar langsung oleh jemaah tanpa menggunakan alat bantu. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan pengeras suara menjadi sarana yang lazim untuk memperluas jangkauan suara khatib. Kehadiran alat tersebut melahirkan persoalan fikih baru yang menuntut kejelasan hukum mengenai status keabsahan khotbah Jumat. Atas dasar itu, penelitian ini mengangkat judul “Status Keabsahan Khotbah Jumat dengan Pengeras Suara Menurut Perspektif Syafi’iyah”. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) bagaimana ketentuan isma’ dan sima’ menurut perspektif Syafi’iyah, dan (2) bagaimana keabsahan khotbah Jumat menggunakan pengeras suara menurut perspektif Syafi’iyah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif dan bersifat deskriptif-analitis, sehingga termasuk kategori penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Syafi’iyah berbeda pendapat mengenai standar isma’ dan sima’ dalam khotbah Jumat. Meniurut Imam al-Ramli yang disyaratkan adalah bilquwwah bukan bilfi 'li. Sedangkan Ibnu Hajar al-Haytami mesti adanya isma’ dan Sima’ bilfi 'li bukan bilquwwah. Kita boleh berpegang terhadap pendapat mana saja yang kita kehendaki. Adapun khatib yang berkhotbah dengan cara memakai mikrofon khotbahnya sah. Asalkan dia harus melantangkan suaranya kadar dapat didengar oleh jemaah bila tidak menggunakan mikrofon dan tidak terjadi kegaduhan. ini berdasarkan pendapat al-Ramli. Sedangkan menurut Ibnu Hajar Apabila dengan sebab kegaduhan suaranya tidak terdengar maka khotbah tidak sah. Namun keduanya sepakat bila khatib berkhotbah dengan cara tidak melantangkan suaranya baik memakai mikrofon atau tidak maka khotbahnya tidak sah yang berakibat tidak sah jumat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdu al-Hamid bin al-Husain al-Daghistani al-Syarwanī, Hāsyiyah al-Syarwanī, Jld. III, (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Ilmiyyah, 1971),

Abi al-Baqa' Muhammad bin Musa al-Damiri, al-Najmu al-Wahhāj fi syarh̲i al-Minh̲āj, Jld. II, (Beirut: Dar al-Kitab al-'Ilmiyyah, 1971),

Abi Zakariyya Yahya bin Syarf al-Nawawi, Raudhah al-Thālibīn, Jld. I. (Beirut: Dar ‘Alam al-Kutub, 2003)

Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haytami, Tuh̲fah al-Muhtāj bi Syarh al-Minh̲āj, dalam Abdu al-Hamid bin al-Husain al-Daghistani al-Syarwanī, Hāsyiyah al-Syarwanī, dalam Ibnu Qasim al-‘Ubadi, Hāsyiyah Ibnu Qasim al-‘Ubadi, Jld. IV, (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Ilmiyyah, 1971)

Adi Irwan dan Agus Kiswantono (2023), Membuat Speaker Bluetooth Helm Dengan Modul Penerima Bluetooth 4.1, Jurnal Pengabdian Siliwangi P-ISSN 2477-6629 Volume 9, Nomor 1.

Afifah Rahmah, “Gelombang Transversal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya”, detik Edu, (Online), (April, 2022), https://www.detik.com/edu/detikpedia, diunduh 15 Januari 2024.

Ahmad bin Muhammad bin ‘Ali bin Hajar al-Haytami, al-Minh̲āj al-Qawwim, (tk: Dar al-Kitab al-'Ilmiyyah, 2000)

Gelombang Mekanik: Jenis-Jenis, Karakteristik dan Contohnya, Kabar Harian, (Online), (Maret, 2022),https://m.kumparan.com/kabar-harian, diunduh 16 Januari 2024.

Hendrik, “Gelombang Elektromagnetik: Sejarah, Sifat, Sumber dan Jenisnya”, Gramedia, (Online),https://www.gramedia.com/literasi/, diunduh 18 Januari 2024.

Jalal al-Dīn bin Ahmad al-Mah̲alli, al-Mah̲alli, dalam Syihāb al-Dīn Ahmad al-Qalyubi, Hāsyiyah Qalyubi, Syihāb al-Dīn Ahmad ‘Amirah, Hāsyiyah ‘Amirah

Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008), h. 1-2. Microphone vs loudspeaker, (Online), https://thecontentauthority.com/blog/, diunduh 2 Maret 2024.

Muhammad bin Ahmad al-Syarbini al-Qahiri al-Syāfi’ī, al-Bujayrimi ‘ala al-Khathib, Jld. II, (Beirut: Dar al-kitab al-‘Ilmiyyah, 1971)

Silmi Nurul Utami, “Contoh Gelombang Longitudinal Dalam Kehidupan Sehari-hari”, Kompas.com, (Online),(Januari, 2022), https://www.kompas.com/skola/read/i diunduh 15 Januari 2024.

Syams al-Dīn Muhammad bin Abi al-'Abbas Ahmad bin Hamzah Syihāb al-Dīn al-Ramli, Nihayah al-Muhtāj ila Syarh al-Minh̲āj

Syams al-Dīn Muhammad bin Syarf al-Nawawi al-Syarbini, Mughnī al-Muhtāj ila Ma'rifati al-Fādhi al-Minh̲āj, Jld. I, (Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1997)

Syams al-Dīn Muhammad, Mughnī al-Muh̲tāj syarh al-Minh̲āj, Jld. 1, (Beirut: Dar al-Kitab al-'Ilmiyyah, tt), h. 381.

Syams al-Dīn Muhammad, Nihayah al-Muhtāj ila Syarh al-Minh̲āj, Jld. II, (Beirut: Dar al-Fikri, 1984)

Zakariya al-Ansarī, Tuhfah al- Thullāb syarh Tahrīr Tanqīh al-Lubāb, dalam Abdullah bin Hijazi al Syarqawī, H̲asyiyah al-Syarqawī, Jld. 1, (tk: Dar al-Fikri, 2018)

Downloads

Published

06/30/2006

How to Cite

STATUS KEABSAHAN KHOTBAH JUMAT DENGAN PENGERAS SUARA MENURUT PERSPEKTIF SYĀFI’ĪYYAH. (2006). Jurnal Al-Nadhair, 5(01), 25-41. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v5i01.207

Similar Articles

1-10 of 70

You may also start an advanced similarity search for this article.