Faktor Lahirnya Qaul Jadid dalam Mazhab Syafi’i
DOI:
https://doi.org/10.61433/alnadhair.v3i02.103Keywords:
Mazhab Syafi'i, qaul jadid, qaul qadimAbstract
Sebagian besar peneliti dan ulama kontemporer berpendapat bahwa alasan Imam Syafi’i berpindah dari qaul qadim ke qaul jadid adalah perbedaan lingkungan antara Irak dan Mesir. Dalam mazhabnya, sumber hukum Islam ditetapkan ada empat: Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas. Namun, meski berlandaskan sumber yang sama, mengapa terdapat perbedaan hukum antara qaul qadim dan qaul jadid? Pertanyaan ini menjadi inti pembahasan mengenai lahirnya qaul jadid. Penelitian ini membahas tentang analisis terhadap faktor lahirnya qaul jadid dalam mazhab Syafi’i dan kedudukan qaul jadid dalam mazhab Syafi’i. Penelitian ini merupakan penelitian fiqh tentang pemikiran fuqaha`, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Tujuan ini diperlukan untuk mendiskripsikan tentang masalah. Faktor lahirnya qaul jadid dalam mazhab Syafi’i. Jenis yang digunakan dalam metode ini yaitu grounded theory (konsep dasar teori), untuk memahami konsep dasar dalam kajian ushul fiqh tentang faktor lahirnya qaul jadid dalam Mazhab Syafi’i. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama faktor lahirnya qaul jadid dalam mazhab Syafi’i tidak lain adalah karena bertambahnya ilmu Imam Syafi’i ketika beliau sampai di Mesir, karena seorang mujtahid apabila sudah sahih di sisinya dalil maka wajib beramal dengannya. Maka apabila nyata baginya sesudah demikian dalil yang lebih kuat dan menunjuki kepada hukum sebaliknya maka harus mengambil dengannya dan berpaling dari hukum yang pertama. Maka perubahan bukan timbul karena ragu dan bolak-balik, tetapi karena bahas dan ijtihad. Kedua, Adapun terkait kedudukan qaul jadid dalam mazhab Syafi’i ada dua yaitu: pertama umumnya pendapat jadid menjadi pendapat kuat dalam mazhab Syafi’i dan kedua qaul jadid berfungsi sebagai nasikh (pembatal) bagi pendapat qadim.
Downloads
References
Abdul Hamid bin Muhammmad, Lataif al-Isyarah, Semarang: Haramain.
Abu Zakaria Muhyiddin al-Nawawi, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab.
Abu Zakaria Yahya, al-Majmu’ Sarh al-Muhazzab, Maktabah Syamilah Isdhar v. 3.61, 2014.
Ahmad bin Idris, Syarah Tankih al-Fushul, Beirut: Dar al-Fikr, 2004.
Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam 3, Jakarta: Pustaka al-Husna. 1993.
Ahmad, al-Furuq, Maktabah Syamilah Isdhar v. 3.61, 2014.
al-Habib 'Abdur Rahman bin Muhammad, Bugyatul Mustarsyidin, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
al-Naji Lamin, Dahadh Maqalah Taassur Fiqh al-Imam al-Syafi’i bi al-Biiah al Misriyyah.
Fakhruddin al-Razi, Manaqib al-Imam al-Syāfi’ī, Cet I, Kairo: Maktabah al-Kulliyyah al-Azhariyyah, 1986 M.
Hasan bin Ahmad bin Muhammad al-Kaf, Taqrirat al-Sadidah fi Masa’il al-Mufidah, Dar al-Miras al-Nabawiyyah, 2003.
Ibnu Hajar al-Asqolani, Tawali Taksis li Ma’ani Muhammad bin Idris, Cet I, Beirut: Dar al-kutub al-ilmiyyah,1986 H.
Ibnu Qayyim al-Jauzi, I’lamul Muwaqqi’in ‘An Rabbil ‘Alamin, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1991), Maktabah Syamilah Isdhar v. 3.61, 2014.
Imam Syarwani, Hasyiah `ala Tuhfah Muhtaj, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Khoirul Ahyar, “Qaul Qodim Wa Qaul Jadid Imam Syafi’i, (Kemunculan dan Refleksinya Di Indonesia)”, Nizam, No. 1, (Januari-Juni 2015).
Muhammad Abu Zahroh, al-Syafi’i: Hayatihi wa ‘Asrihi wa Araihi wa Fiqhihi.
Muhammad al-Zarkasyi, al-Bahr al-Muhit, Maktabah Syamilah Isdhar v. 3.61, 2014.
Muhammad bin Idris, al-Risalah, Maktabah Syamilah Isdhar v. 3.61, 2014.
Muhammad Mushthafa al-Zuhaily, al-Qawaid al-Fiqhiyyah, Maktabah Syamilah Isdhar v. 3.61, 2014.
Muhammad Salma al-Manawi, Faraid al-Fawaid, Beirut; Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.t.
Roibin, Sosiologi Hukum Islam: Tela’ah Sosio-Historis Pemikiran Imam Syafi’i, Malang: Uin Maliki Press, 2008.
Sulaiman Soleh, Imam Syafei’i: Orang Pertama Sebagai Mujahid Kotemporer, PDF.
Sulaiman, Hasyiyah al-Bujairimi ‘ala al-Kahtib, Beirut: Dar al-Kutub al-ilmiyyah, 1996 M.
Taqyuddin al-Subki, Ma’na Qaul Imam Muthallibi Iza shahha al-hadits fahuwa mazhaby, t.k, tt.p, t.t.
Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus: Dar al-Fikr, 1985 M.
Wahbah al-Zuhayli, Ushul Fiqh al-Islami, Damaskus: Dar al-Fikr, 1986 M.
Internet:
Syekh ‘Alawi bin Abd al-Qadir Assegaf, Khata al-Qaul bii anna al-Imam al-Syafi’i Ghayyara Mazhabahu Muraa’atan li al-‘Awaid wa al-Biiah al-Misriyyah, (Online), http://dorar.net, diakses 08 Oktober 2020.
Syekh ‘Alawi bin Abd al-Qadir Assegaf, Khata al-Qaul bii anna al-Imam al-Syafi’i Ghayyara Mazhabahu Muraa’atan li al-‘Awaid wa al-Biiah al-Misriyyah, (Online), http://dorar.net, diakses 08 Oktober 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Al-Nadhair

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.