Kewajiban Zakat Pada Hasil Industri Minyak Bumi Dalam Perspektif Mazhab Empat

(Studi Analisis Dalil Dan Metode Istinbath)

Authors

  • Zulfikri Ridwan Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga Author
  • Muhammad Yanis Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Author

DOI:

https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.177

Keywords:

Zakat, Minyak bumi, Mazhab empat, istinbath, Ma'dan

Abstract

Zakat merupakan instrumen penting dalam ekonomi Islam yang bertujuan mewujudkan keadilan sosial dan distribusi kekayaan. Dalam konteks ekonomi modern, industri minyak bumi menjadi sektor strategis yang menimbulkan perdebatan fikih mengenai kewajiban zakatnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan di kalangan fuqaha empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) dalam menetapkan hukum zakat atas hasil tambang, khususnya minyak bumi, yang berimplikasi pada optimalisasi potensi zakat di negara-negara produsen. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) kualitatif dengan pendekatan normatif deskriptif. Pendekatan ini berfokus pada analisis mendalam terhadap dalil-dalil syar'i (Al-Qur'an dan Hadis) dan metode istinbath (penggalian hukum) yang digunakan oleh masing-masing mazhab. Kesimpulan menunjukkan adanya perbedaan mendasar dalam penetapan zakat minyak bumi. Mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafi'i tidak mewajibkan zakat atas minyak bumi sebagai ma'dan (barang tambang) karena mereka membatasi kewajiban zakat hanya pada emas dan perak (naqdain), didasarkan pada prinsip zakat sebagai ibadah tawqifi (ketetapan syariat yang tidak dapat dianalogikan) dan ketiadaan nas eksplisit. Zakat hanya wajib jika minyak bumi dijadikan barang dagangan .Sebaliknya, Mazhab Hanbali berpendapat bahwa zakat wajib atas minyak bumi karena mereka memperluas cakupan ma'dan hingga mencakup semua barang tambang yang bernilai (padat maupun cair) dan meng-qiyas-kannya (menganalogikan) pada kewajiban khumus (seperlima) harta rampasan perang (ghanimah), serta berpegangan pada keumuman nas Al-Qur'an.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Ibnu. Radd al-Muhtar 'ala ad-Dur al-Mukhtar. Juz 2. Beirut: Dar al-Fikr, 1992.

Al-Kawtsari, Muhammad Zahid. Maqalat al-Kawtsari. Kairo: Dar an-Nasyr, 1947.

Al-Marghinani, Burhanuddin. Al-Hidayah. Juz 1. Beirut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 2000.

An-Nasai, Ahmad bin Syu’ib. Sunan al-Kubra. Cet. 1, Jld. 3. Beirut: Muassisah Ar-Risalah, 2001.

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab. Juz 2. Damaskus: Dar Al-Fikr, 1995.

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Raudhah ath-Thalibin. Juz 2. Beirut: Al-Maktab Al-Islami, 1991.

Asnawi, H. Ekonomi Islam dan Keuangan Syariah: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Pustaka Islam, 2020.

As-Sarakhsi, Syamsul A'immah. Al-Mabsuth. Juz 2. Beirut: Dar Al-Ma'rifah, 1406 H.

Az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu. Juz 3. Beirut: Dar al-Fikr, 1989.

Az-Zuhaili, Wahbah, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu. Juz 3. Damaskus: Dar al-Fikr, 2009.

Az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu. Juz 7. Damaskus: Dar Al-Fikr, t.t.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi. Al-Mughni. Juz 2. Beirut: Dar Al-Fikr, 1997.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi. Al-Mughni. Jilid 3. Kerajaan Arab Saudi: Dar 'Alam al-Kutub, 1997.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Plato, M. "Analisis Komparatif Hukum Zakat Minyak Bumi Menurut Imam Ibnu Qudamah Dan Imam Al-Nawawi". Skripsi. Riau: UIN Suska Riau, 2024.

Rezki, Jahen Fachrul. "Konsumsi Energi Dan Pembangunan Ekonomi Di Asia Tenggara." Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 12, no. 1 (2011).

Downloads

Published

12/29/2025

How to Cite

Kewajiban Zakat Pada Hasil Industri Minyak Bumi Dalam Perspektif Mazhab Empat: (Studi Analisis Dalil Dan Metode Istinbath). (2025). Jurnal Al-Nadhair, 4(02), 234-265. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.177

Similar Articles

11-20 of 70

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)