Pengalihan Hak asuh Anak Kepada Kakek dan Nenek Pasca Perceraian Orang Tua Perspektif Fiqh

Authors

  • Munawar Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga Author

DOI:

https://doi.org/10.61433/alnadhair.v3i02.102

Keywords:

Pengalihan Hak Asuh Anak, Hak Asuh Nenek dan Kakek Pasca Perceraian Orang Tua, Hukum Syafi’iyah

Abstract

Perceraian merupakan penyebab dari putusnya perkawinan dan mengharuskan terhadap seorang suami istri untuk berpisah. Hal ini berdampak kepada beberapa masalah yang erat kaitannya dengan perkawinan. Diantaranya adalah hak asuh anak. Kewenangan dalam mengasuh sang anak sama-sama dimiliki oleh kedua belah pihak baik suami maupun istri. Namun disaat keduanya telah dipisahkan oleh perceraian, hak asuh ini Kembali menjadi hak salah satu diantara mereka dengan solusi penyelesaiannya telah ditetapkan dan diurus dalam mazhab-mazhab fiqh khususnya literatur fiqh syāfi’iyyah. Bahkan bila keduanya dianggap tidak layak untuk melakukan pengasuhan, akan timbul oknum-oknum lain yang berposisi pada tingkatan suami dan istri (ibu dan ayah). Maka masalah yang ingin diteliti di sini ialah pandangan fiqh syāfi’iyyah tentang hak asuh anak pasca perceraian orang tua dan pengalihan hak asuh kepada kakek dan nenek pasca perceraian orang tua.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Fuad Said, Perceraian Menurut Hukum Islam, Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1994.

A.H. Hasanuddin, Cakrawala Kuliah Agama, Al-Ikhlas, Surabaya, 1984.

A. W. Munawir, Al-munawwir: Kamus Arab-Indonesia, Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.

Abdul Majid Mahmud Mathlub, al-Wajīz fī Aḥkām al-Usrah al-Islāmiyah, ed. In, Panduan Hukum Keluarga Sakinah, (terj: Harits Fadly & Ahmad Khotib), Surakarta: Era Intermedia, 2005.

Agustin Hanafi, Fiqh dan Perundang-undangan Indonesia, Lembaga Naskah Aceh, 2013.

Ahmad Shidik, Hukum Talak Dalam Agama Islam, Surabaya: Putra Pelajar, 2001.

Al-Imam Taqiyuddin Abu Bakar al-Husaini, Kifāyatul Akhyār Fii Alli Ghāyatil Ikhtishār, Penerjemah Ahmad Zainuddin dan A. Ma’ruf Asrori.

Amir Nuruddin dan Azhari Akmal Tarigan, Hukum Perdata Islam di Indonesia (Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dari Fiqh, UU No. 1/ 1974 sampai KHI), Jakarta: Kencana, 2004.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Antara Fiqh Munakahat dan Perundang-Undangan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Andi Syamsul Alam dan M. Fauzan, Hukum Pengangkatan Anak Perspektif Islam, Jakarta: Kencana, 2008.

Anton. A. Moeliono, et.al, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka 1996.

Cahyadi Takariawan, Pernak-Pernik Rumah Tangga Islami; Tatanan Dan Peranannya Dalam Kehidupan Masyarakat, cetakan ke-5, Surakarta: Era Intermedia, 2005.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta 1990.

Dr. Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islāmi Wa Adillātihi, Beirut: Dār Al-fikr, 1985.

Dr. Wahbah Zuhaili, Fiqh Imam Syafi’i; Mengupas Masalah Fiqhiyah berdasarkan Al- Quran Dan Hadits, pj: Muhammad Afifi dkk, Jakarta: Al-Mahira, 2010.

H. Abdul Qadir Djaelani, keluarga Sakinah, Surabaya: Bina Ilmu 1995.

H.M.A. Tihami dan Sohari Sahrani, Fiqh Minahakat; Kajian Fiqh Nikah Lengkap, cet. 3, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

H.M.A. Tihami dan Sohari Sahrani, Fiqh Munakahat; Kajian Fiqh Nikah Lengkap, cet. 3, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013.

Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfat al-Muhtāj, Beirut, DKI, tt.

Kamal Mukhtar, Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan, Jakarta: Bulan Bintang, 1987.

Khatib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtāj, Beirut: Dār al-Fikr, tt.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2021.

M. Yahya Harahap SH, Hukum Perkawinan Nasional, Medan: Zahir Trading, 1975.

Mudderis Zaini, Adopsi Suatu Tujuan Dari Tiga Sistem Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 1992.

Muhammad Ali Ash-Shabuni, Shafwatut Tafāsir, Beirut: Dār al-Quran al-Karim, 1981.

Muhammad Bagir, Fiqh Praktis II: Menurut Al- Quran, Al- Sunnah dan Pendapat Para Ulama, Bandung: Karisma, 2008.

Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqih Lima Mazhab, Jakarta: Lentera Basritama, 1996.

Mustofa Hasan, Pengantar Hukum Keluarga, Bandung: Pustaka Setia, 2011.

Sayuti Thalib, Hukum Keluarga Indonesia, Jakarta: UIP, 1974.

Sayyid Sabiq, Fiqh Al-sunnah, Beirut: Dar Al-fikr,1983.

Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, Penerjemah Kamaluddin A. Marzuki

Slamet Abidin dkk, fiqh munakahat 2, Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Jakarta: Rajawali Pers, 2001.

Sudarto, Metode Penelitian Filsafat Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.

Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa, 1995.

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&A, Jawa Barat: Alfabeta, 2017.

Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1994.

Syeikh Hasan Aiyub, Fiqh Keluarga, (terj: M. Abdul Ghoffar), cet. 4, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005.

Syeikh Ibrahim Al-Bajuri, Hāsyiah al-Bājūrī, Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.

Syeikh Zainuddin al-Malibari, Fatḥ al-Mu’īn, Semarang: Toha Putra.

Tim Pustaka Phoenix, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Pustaka Phoenix, 2012.

Yahya Harahap, Hukum Perkawinan Nasional, Medan: Zahir Trading CO, 1975.

Zainuddin Ali, Hukum Perdata Islam di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafindo, 2006.

Downloads

Published

12/30/2024

How to Cite

Pengalihan Hak asuh Anak Kepada Kakek dan Nenek Pasca Perceraian Orang Tua Perspektif Fiqh . (2024). Jurnal Al-Nadhair, 3(02), 96-112. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v3i02.102

Similar Articles

1-10 of 70

You may also start an advanced similarity search for this article.