Analisis Imām Nawawī Dalam Mentarjihkan Pendapat Qadīm Mengenai Batas Akhir Waktu Shalat Magrib
DOI:
https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i01.133Keywords:
magrib, Tarjih, qadim, jadidAbstract
Imām Syāfi’ī merupakan salah seorang penggagas mazhab yang masih eksis hingga saat ini. Mazhab yang dicetus oleh beliau memiliki keistimewaan tersendiri yang berbeda dengan yang lainnya, di antaranya yaitu qaul qadīm dan qauljadīd. Istilah ini muncul disebabkan adanya revisi pendapat lama (qadīm) karena berbagai faktor yang menyebabkannya. Setelah muncul qaul jadīd, Imām Syāfi’ī mengharamkan bagi siapa saja yang beramal dan berfatwa dengan pendapat qadīm. Dalam hal ini, Imām Nawawī yang merupakan salah seorang penganut mazhab bertolak belakang dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pendapat qadīm yang telah diharamkan justru ditarjihkan oleh beliau, di antaranya tentang batas akhir waktu shalat magrib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan Imām Syāfi’ī dalam merevisi pendapat qadīm mengenai batas akhir waktu shalat magrib dan juga untuk mengetahui analisa Imām Nawawī dalam mentarjihkan pendapat qadīm terhadap persoalan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan Imām Syāfi’ī dalam merevisi pendapat qadīmmengenai batas akhir waktu shalat magrib adalah hadis riwayat Abu Daud. Adapun analisa Imām Nawawī dalam mentarjihkan pendapat qadīm mengenai batas akhir waktu shalat magrib adalah dengan menemukan sisi yang kuat dari dalil yang menjelaskan pendapat qadīm. Yakni, metode yang ditempuh oleh Imām Nawawī dalam mentarjihkan pendapat qadīm pada permasalahan ini adalah tarjih antar dalil. Menurut beliau, dalil-dalil yang menjelaskan tentang pendapat qadīm lebih kuat daripada dalil yang menjadi landasan bagi pendapat jadīd.
Downloads
References
Ali Jumu’ah, Abū Jundah Nūr al-Dīn ‘Alī bin Jumu’ah bin Muhammad bin Wahāb, Al-Madkhal ilā Dirāsah al-Madzāhib al-Fiqhiyyah, Kairo: Dar al-Salām, 2001 M
Al-Māwaridī, Abū al-Hasan Alī bin Muhammad bin Muhammad al-Bashrī, Al-Hāwī al-Kabīr fi Fiqh Madzhab al-Imām al-Syāfi’ī, Cet. I, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1999.
Al-Nawawī, Abū Zakariyā Yahyā bin Syaraf, Kitāb al-Majmū’ Syarh al-Muhadzdzab, Kairo: Dar al-Salām, 1980 M.
Al-Nawawī, Abū Zakariyā Yahyā bin Syaraf, Minhāj al-Thālibīn wa Umdah al-Muftīn, Cet. I, Beirut: Dar al-Minhaj, 2005 M.
Al-Qulyūbī, Syihāb al-Dīn Ahmad bin Ahmad bin Salāmah, Hāsyiah al-Qulyūbi wa Amīrah, Cet. III, Semarang: Thaha putra, 1956 M.
Al-Rāfi’ī, Abū al-Qāsim Abd al-Karīm bin Muhammad bin Abd al-Karīm al-Quzwainī, al-Muharrar fi Fiqh al-Imām al-Syāfi’ī, Cet. I, Kairo: Dar al-Salam, 2013 M.
Al-Ramlī, Syihāb al-Dīn Abū al-Abbās Ahmad bin Ahmad bin Hamzah, Fath al-Rahman bi Syarh Zubad bin Ruslān, (Beirut: Dar al-Minhaj, 2009 M.
Al-Syāfi’ī, Muhammad bin Idris, al-Umm, Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1990 M.
Al-Zarkasyī, Abū Abdillah Badr al-Dīn Muhammad bin Bahadur, al-Bahru al-Muhīth, Cet. I, Dar al-Kutubī, 1994 M, tk.
Muhammad Iqbal, Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Dalam Perspektif Hukum Islam, Skripsi STAI Al-Aziziyah Mesjid Raya, 2013 M, tidak diterbitkan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Nadhair

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.