DHAWĀBITH WASIAT UNTUK SEBAGIAN AHLI WARIS DALAM PERSPEKTIF FIQH SYĀFI’IYYAH

Authors

  • Budiansyah Putra UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Author
  • Abdullah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Author
  • Rasyidin UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Author

DOI:

https://doi.org/10.61433/agkvs039

Keywords:

Dhawābith, Wasiat, Ahli Waris

Abstract

Pasal 195 Kompilasi Hukum Islam (KHI) ayat 3-4 tentang kebolehan memberikan wasiat kepada ahli waris dengan syarat adanya persetujuan dari ahli waris lainnya. Pasal ini kiranya masih tampak ambigu untuk dijadikan sebagai pedoman dalam permasalahan wasiat untuk ahli waris. Oleh karena itu, penting kiranya terdapat sebuah kajian yang membahas secara rinci ketentuan (dhawābith) wasiat yang boleh diberikan untuk sebagian ahli waris. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis data kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketentuan (dhawābith) sebagai legalitas wasiat untuk sebagian ahli waris menurut fiqh Syāfi’iyyah, yaitu: Terdapat sighat pernyataan wasiat dari si pemberi wasiat, tidak lebih dari 1/3 harta, kecuali bila diizinkan ahli waris lain, adanya persetujuan ahli waris lain bila penerima wasiat adalah ahli waris yang memiliki hak waris dan tidak ada maksud menghalangi hak ahli waris lain dari hak warisnya. Akibat hukum dari keabsahan wasiat untuk sebagian ahli waris terhadap harta tirkah dapat berdampak kepada tertundanya pembagian hak waris dari harta tirkah tersebut, karena penyelesaian wasiat dari harta tirkah wajib lebih dahulu dari pada pembagian hak waris. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ibn Ḥajar al-Haitamī, Tuḥfah al-Muḥtāj bi Syarḥ al-Minḥāj, Jld. VII, Beirut: Dār al-Fikr, 1432 H/2010 M.

Imām al-Nawāwī, Minhāj al-Ṭālibīn wa ‘Umdah al-Muftīn, Beirut: Dār al-Kutūb al-Islāmiyyah, 2005.

Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. I, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.

Jalāluddīn al-Maḥallī, Kanz al-Rāghibīn ‘alā Syarḥ Minhāj al-Ṭālibīn, Jld. III, Beirut: Dār al-Kutūb al-Islāmiyyah, 1995.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. VI, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.

Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

Muhammad bin Ahmad al-Khathīb al-Syarbainī, Mughnī al-Muhtāj ilā Ma’rifah Ma’ānī Alfāẓ al-Minhāj, Jld. IV, Beirut: Dār al-Kutūb al-‘Ilmiyah, 1994.

Muhammad ibn Qasīm al-Ghāzī, Fatḥ al-Qarīb al-Mujīb fī Syarḥ Alfāẓ al-Taqrīb, Beirut: Dār Ibn Hazm, 2005.

Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, Cet. X, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Soejono dan Abdurrahman, Metode Penelitian: Suatu Pemikiran dan Penerapan, Cet. II, Jakarta: Rineka Cipta dan Bina Adiaksara, 2005.

Soetriono dan Rita Hanafi, Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2007.

Syamsuddīn Muhammad al-Ramlī, Nihāyah al-Muhtāj ilā Syarḥ al-Minhāj, Jld. VI, Beirut: Dār al-Fikr, 1404 H/1984 M.

Syamsuddīn Muhammad ibn Ahmad ibn Hamzah Syihābuddīn al-Ramlī, Ghāyah al-Bayān Syarḥ Zubad Ibn Ruslān, Jld. VI, Beirut: Dār al-Ma’rifah, t.t.

Tim Redaksi Nuansa Aulia, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Cet. I, Bandung: Nuansa Aulia, 2008.

Wahbah al-Zuhailī, Fiqh al-Islām wa Adillatuh, Jld. X, Dimasyq: Dār al-Fikr, t.t.

Yahya Ibn Syaraf al-Nawawī, Minhāj al-Thālibīn wa ‘Umdah al-Muftīn, Beirut: Dār al-Fikr, 2005.

Yahya ibn Syaraf al-Nawawī, Raudhah al-Thālibīn wa ‘Umdah al-Muftīn, Jld. VI, Beirut: al-Maktab al-Islāmī, 1991.

Zainuddīn al-Malibarī, Fatḥ al-Mu‘īn bi Muhimmah al-Dīn, Jld. I, Maktabah Syamilah Ar-Raudah v.3.61, 2014.

Downloads

Published

06/30/2026

How to Cite

DHAWĀBITH WASIAT UNTUK SEBAGIAN AHLI WARIS DALAM PERSPEKTIF FIQH SYĀFI’IYYAH. (2026). Jurnal Al-Nadhair, 5(01), 82-98. https://doi.org/10.61433/agkvs039

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.