Kajian Relevansi Kitab Asybah wa an-Nadhair dalam Kehidupan Modern
DOI:
https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.105Keywords:
Relevansi, Kaidah Fikih, Asybah wa an-Nadhair, modernAbstract
Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi ibu dari lahirnya fenomena kontemporer. Setiap fenomena yang lahir membutuhkan kajian lebih lanjut dalam konteks hukum terutama hukum Islam untuk tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam serta kemaslahatan bersama. Kitab Asybah wa an-Nadhair merupakan rujukan monumental dalam bidang kaidah fikih. Kaidah fikih merupakan asas atau fondasi dibentuknya hukum. Tujuan penulisan artikel ini berusaha untuk melihat relevansi kitab Asybah wa An-Nadhair terhadap fenomena modern juga relevansi penerapan kaidah fikih dalam era modern. Artikel ini merupakan sebuah penelitian kepustakaan yaitu sebuah penelitian yang mengkaji data penelitian yang bersumber dari kitab Asybah wa an-Nadhair, kitab-kitab lain yang relevan, juga penelitian atau jurnal yang relevan. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif-deskriptif untuk menganalisis relevansi kitab Asybah wa an-Nadhair dengan fenomena modern. Dan hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kitab Asybah wa an-Nadhair masih relevan untuk mengkaji, merumuskan, dan menjawab hukum-hukum dari fenomena yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan keterbatasan artikel yang hanya membahas relevansi, penulis memberikan rekomendasi penelitian selanjutnya untuk membahas kasus-kasus kontemporer secara khusus. Mengingat hukum Islam selalu menjadi pengiring dan batasan bagi perkembangan zaman
Downloads
References
Al-Dimyathi, S. A. B. U. bin M. S. (n.d.). I’anah at-Thalibin Ala Hal Alfadz Fathu al-Mu’in. https://app.turath.io/book/963
Mayangsari R, G. N. K., & Noor, H. H. (2014). Konsep Maqashid Al- Syariah Dalam Menentukan Hukum Islam (Perspektif Al-Syatibi dan Jasser Auda). Al Iqtishadiyah: Jurnal Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah, 1(1), 50–69. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31602/iqt.v1i1.136Nasution. (2012). Metode Research: Penelitian Ilmiah (1 ed.). Bumi Aksara.
Nurfattah, A., Izzaturrahman, N., Nabila, M., & Ramadhany, N. M. (2024). Peran Qawa’id Fiqhiyyah Dalam Bermu’amalah. Tahkim, Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 7(2), 41–60. https://doi.org/https://doi.org/1 0.29313/tahkim.v7i2.13458
Sanusi, S. R. F. S. (2021). Kaidah Fikih: Sejarah dan Pemikiran Empat Mazhab. TAHKIM, Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 4(2), 23–46. https://doi.org/https://doi.org/1 0.29313/tahkim.v4i2.6809
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (19 ed.). Penerbit ALFABETA.
Supriatna, A. (2024). Perkembangan Fikih dalam Era Digital: Kajian terhadap Metode Ijtihad dalam Memahami Masalah Kontemporer. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 717–734. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i1.5478
Suyuthi, J. (n.d.). Asybah wa an-Nadhair. https://app.turath.io/book/21719
Ulum, M. M. (2021). Model Pembelajaran Bahtsul Masail untuk Membangun Moderasi Beragama. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9(2). https://doi.org/https://doi.org/1 0.36667/jppi.v9i2.784
Zuhaili, W. (2012). Nadzoriyyah ad- Dhoman aw Ahkam al-Masuliyyah al- Madaniyyah wa alJinaiyyah. Dar Fikr.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Nadhair

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.