Relevansi Penetapan Jeuname dengan Mayam yang Tinggi di Provinsi Aceh pada Struktur Sosial Kontemporer dalam Sudut Pandang Mashlahah Mursalah

Authors

  • Iga Fitri Amiga Ma'had Aly Sumatera Thawalib Parabek Author

DOI:

https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.156

Keywords:

Jeuname, mayam, Struktur Sosial Kontemporer, Mashlahah Mursalah

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah besaran jeuname dengan mayam yang tinggi di Provinsi Aceh masih relevan dengan struktur sosial kontemporer dan mengetahui bagaimana Islam memandang hal tersebut dengan sudut pandang mashlahah mursalah. Penelitian ini diteliti dengan penelitian kualitatif melalui studi lapangan (field research) dan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang ada di lapangan dengan mewawancarai tokoh masyarakat, lembaga adat, dan tokoh agama, serta data dari berbagai literatur, lalu menyusun data agar sistematis, kemudian menganalisis dengan sudut pandang mashlahah mursalah. Hasil penelitian ini melalui analisis mashlahah mursalah menunjukkan bahwa penetapan jeuname dengan mayam yang tinggi tidak lagi relevan dengan zaman sekarang yang mana sudah terjadi perubahan pada struktur sosial kontemporer, ditambah adanya mafsadat yang muncul dari penetapan jeuname dengan mayam yang tinggi. Kemudian, diketahui bahwa mempertahankan jeuname dengan mayam yang tinggi tidak direkomendasikan untuk dijalankan dalam struktur sosial kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

al-Bukhari, M. b. (2001). Shahih Bukhari. Dalam JIlid 7. Beirut: Dar Thuq an-Najah.

al-Juwaini, A. M. (2007). Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab. Dalam Jilid 12. Dar al-Minhaj.

al-Juzairi, A. (2004). al-Fiqh Ala al-Madzahib al-Arba'ah. Dalam Jilid 4. Kairo: Dar al-Hadits.

al-Qarni, A. (t.thn.). Durus asy-Syaikh 'Aidh al-Qarni Jilid 3. al-Maktabah asy-Syamilah.

AR, B. (2025, Mei 15). Wawancara dengan Majelis Adat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

asy-Syaukani. (2014). Irsyad al-Fuhul ila Tahqiq al-Haq min Ilm al-Ushul. Beirut: Dar Ibn Katsir.

Azzam, A. A. (2005). al-Qawaid al-Fiqhiyyah. Kairo: Dar el-hadits.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Balai Pustaka (Persero).

BPS Provinsi Aceh. (2020 - 2025). Provinsi Aceh dalam Angka. Banda Aceh: BPS Provinsi Aceh.

Daud, M. K., & Akbar, R. (2020). Hareuta Peunulang: Protection of Women in Aceh According to Customary and Islamic Law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 4(1).

Dawud, A. (1999). Musnad Abu Dawud. Dalam Jilid 2. Mesir: Dar HIjr.

Helmi. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Masyarakat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Hermaliza, E., & Devy, S. (2013). Jeunamee : Konsep dan Makna Mahar dalam Masyarakat Aceh. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh.

Hibban, I. (2012). Shahih Ibnu Hibban. Dalam JIlid 6. Beirut: Dar Ibn Hazm.

Irzamiati, C. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Masyarakat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Iswadi. (2023). Aceh Post Conflict and Tsunami (The Lost Identity and Cultural Change). Sleman: Penerbit KBM Indonesia.

Iswadi, & Fonna, B. (2021, Desember). Dibalik Tingginya Mahar Perempuan Aceh Pidie : Sebuah Potret Manifestasi Perlindungan Terhadap Kaum Perempuan di Aceh. Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya, 5.

Julian, H. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Tokoh Agama. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Kartika, T. A. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Masyarakat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Khalaf, A. W. (2004). Ilmu Ushul Fiqh. Kairo: Al-Haramain.

Majelis Adat Aceh. (2023, Januari 20). Sekretariat Majelis Adat Aceh. Diambil kembali dari Jeulamee: https://maa.acehprov.go.id/berita/kategori/pusaka-dan-khasanah-aceh/jeulamee

Mautari, S. (2025, Mei 23). Wawancara dengan Masyarakat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawwir : Kamus Arab - Indonesia. Surabaya: Penerbit Pustaka Progressif.

Muslim, A. a.-H. (1955). Shahih Muslim. Dalam JIlid 2. Kairo: Mathba'ah Isa al-Babiy al-Habliy.

Ridwan. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Tokoh Agama. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Sabiq, S. (2009). al-Fiqh as-Sunnah. Dalam Jilid 2. Kairo: Dar al-Fath lil I'lam al-Arabiy.

Sagoe TV. (2024, Mei 30). Jeulamee dalam Adat Aceh, Dulu dan Sekarang | Ketua MAA Aceh Besar, Asnawi Zainun, S.H. Diambil kembali dari https://www.youtube.com/watch?v=x0xXrlm1b-I

Shalihin. (2025, Juli 29). Wawancara dengan Masyarakat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Susilawati, E. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Masyarakat Aceh. (I. F. Amiga, Pewawancara)

Syarifuddin, A. (2014). Ushul Fiqh . Dalam JIlid 2. Jakarta: Kencana Prenadamediagroup.

Syukriah. (2025, Mei 24). Wawancara dengan Masyarakat Aceh (I. F. Amiga, Pewawancara)

Downloads

Published

12/29/2025

How to Cite

Relevansi Penetapan Jeuname dengan Mayam yang Tinggi di Provinsi Aceh pada Struktur Sosial Kontemporer dalam Sudut Pandang Mashlahah Mursalah. (2025). Jurnal Al-Nadhair, 4(02), 183-198. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v4i02.156

Similar Articles

1-10 of 31

You may also start an advanced similarity search for this article.